Selasa, 15 Desember 2015

Teori Cahaya


FISIKA OPTIK
TUJUAN:
▪ Menjelaskan tentang fenomena cahaya dan pengujian terhadap teori cahaya.
Pokok - pokok Bahasan:
1. Teori-teori tentang cahaya
➢ Teori Newton ( Partikel )
➢ Teori Huygens ( Gelombang Memerlukan Medium )
➢ Teori Planck ( Paket Energi )
➢ Teori Maxwell ( Gelombang Elektro magnetic )
2. Percobaan-percobaan untuk membuktikan kebenaran Teori:
➢ Percobaan Foucoult
➢ Percobaan Young & Fresnel
➢ Percobaan Michelson & Morley
➢ Percobaan R. Hertz
➢ Percobaan Zeeman
➢ Percobaan Stark
➢ Percobaan Photo Listrik
3. Pengertian Muka gelombang & Sinar Cahaya
Sifat Cahaya
Cahaya adalah suatu zat yang sangat banyak membantu kehidupan
mahluk hidup antara lain:
1. Proses malihat benda
2. Membedakan warna benda
3. Proses photo sintesis
4. Proses photo listrik
5. Dsb
Fenomena cahaya telah dipelajari oleh manusia dan menghasilkan berbagai teori
antara lain :
1. Teori Emisi dari Newton
Cahaya dianggap terdiri dari partikel-partikel yang sangat kecil dan ringan
( yang disebut Korpuskul ) yang dipancarkan dari sumbernya ke segala
arah menurut garis lurus dengan kecepatan yan sangat tinggi. Lintasan-
lintasan partikel berasal dari sumber itu disebut sinar cahaya.
2. Teori gelombang dari Huygens
Cahaya adalah gejala gelombang seperti halnya bunyi cahaya merambat
dengan perantaraan gelombang yang disebut gelombang cahaya. Menurut
teori ini cepat rambat cahaya memenuhi persamaan:
C = λ* f
C = Cepat rambat
λ = Panjang gelombang
f = Frekwensi ( Hz atau cps ).
Menurut teori ini cahaya marambat melalui medium untuk menjelaskan
cahaya dapat mengalir melalui ruang hampa maka dibuat hypotesa bahwa
diseruh ruangan terdapat medium yang dinamakan Eter
3. Teori kuantum cahaya dari Max Planck
Cahaya dipancarkan dari sumbernya dalam bentuk paket-paket energi yang
disebut kuantu. Paket-paket energi ini yang dipancarkan secara periodic
dari sumbernya.
Besarnya kuantum energi cahaya adalah:
E = h.f
Dimana:
h = Konstanta Planck 34 10 63 .6 - × J.s
f = Frekwensi ( cps )
Untuk menguji kebenaran teori-teori diatas dilakukan percobaan-percobaan antara
lain:
1. Percobaan Foucoult
Dalam percobaannya Foucoult berhasil menghitung dan menentukan
kecepatan rambat cahaya dalam berbagai medium. Kecepatan rambat cahaya
diudara yang dihitung mendekati 8 10 3× m/s. lebih besar dari kecepatannya
didalam zat cair. Hasil percobaan ini ternyata telah melemahkan teori
Newton.menurut Newton keccepatan rambat cahaya dalam zat cair lebih besar
kecepatannya diudara.
2. Percobaan Young dan Fresnel
percobaan ini membuktikan bahwa cahaya dapat berinterferensi dan
mengalami difaksi. Percobaan ini memperkuat teori gelombang cahaya.
Huygens memperlemah teori partikel Newton karena menurut teori Newton
cahaya merambat melalui garis lurus.
3. Percobaan menurut Michaelson dan Moreley
Percobaan ini dilakukan untuk membuktikan ada atau tidak adanya eter
diseluruh ruang dijagat raya ini, karena medium eter terdapat dimana-mana
maka bumi yang berputar pada porosnya dengan kecepatan translasi sekitar 30
km/s dan sekitar bumi terdapat eter maka akan terjadi angina eter Michaelson
dan Moreley melakukan pengujian terhadap angina eter maka mereka

berkesimpulan bahwa angin eter tidak ditemukan, percobaan ini memperlemah
teori gelombangnya Huygens.
4. Percobaan Maxwell dan Rudolp Hertz
Maxwell menganalisa dan meramalkan bahwa cahaya merupakan bagian dari
gelombang elektromagnetik yang dipancarkan akibat dari terjadinya medan
magnet atau medan listrik yang tidak konstan (“berubah terhadap waktu”).
Analisa Maxwell ini diuji oleh R.Hertz dengan membuat perubahan medan
listrik.

Pada percobaan ini sepasang lilitan dengan N2 (jumlah lilitan skunder) jauh
lebih banyak dibanding N1 ( lilitan primer ) pada lilitan skunder dipasang bola
konduktor dan ditempat lain disimpan pasangan bola konduktor juga ketika
saklar ( S ) ditutup-buka pada bola konduktor sebelah kiri terdapat percikan
bunga api dan ternyata pada pasangan konduktor yang lain terjadi pula
percikan bunga api. Gelombang yang dihasilkan oleh percobaan ini
menunjukan sifat-sifat pemantulan ( refleksi ), difraksi dan polarisasi dapat
diukur pula cepat rambat gelombang tersebut sama dengan cepat rambat
gelombang cahaya yaitu  3×10^8 m/s
5. Percobaan Zeeman
Percobaan ini menunjukan adanya pengaruh medan magnet terhadap cahaya,
artinya cahaya dapat dibelokan oleh medan magnet yang kuat (Efek Zeeman ).
6. Percobaan Stark
Percobaan ini cahaya dilewatkan pada medan megnet yang kuat dan ternyata
cahaya mengalami pembelokan akibat medan listrik yang kuat.
Percobaan Zeeman dan Sark menunjukan bahwa cahaya mempunyai sifat
kelistrikan dan kemagnetan hal ini membuktikan bahwa cahaya merupakan
gelombang elektromagnetik.
7. Percobaan Einstein
Dalam tahun 1905 Einstein memperluas gagasan yang diutarakan oleh Planck
lima tahun sebalumnya dan mempostulatkan bahwa energi dalam berkas
cahaya tidak terdistribusi secara merata didalam gelombang elektromagnetik,
tetapi terkonsentrasi dalam paket-paket kecil yang dinamakan foton.
Einstein berhasil menunjukan percobaan yang dapat membuktikan teorinya
yakni efek photo listrik, sketsa dari percobaan photo listrik adalah sebagai
berikut:
Cahaya dengan frekwensi tertentu dikenakan pada plat yang terdapat pada
tabung hampa ternyata pada ampere meter menunjukan adanya arus listrik
yang mengalir, kemudian beda potensial kawan diberikan pada pasangan plat
dan pada potensial tertentu arus akan berhenti.
 
Percobaan dilakukan dengan menambah internsitas cahaya dua kali dengan
frekwensi tetap dan ternyata arus berhenti pada potensial kawat yang sama
tetapi arus yang terjadi dua kali lipat.
Potensial kawat akan naik ketika frekwensi cahaya naik.
Peristiwa photo listrik ini hanya bisa dijelaskan menggunakan teori kuantum
cahaya-cahaya berupa paket energi ( photon ) sebesar
E = h.f
Energi tersebut jika menumbuh plat sebagian energi digunakan untuk
melepaskan electron dari ikatannya dan sisanya sebagai energi kinetic
hf = hfo + Ek
hfo = energi untuk melepaskan elektron dari ikatannya.
Jika hf < hfo tidak akna terjadi arus listrik karena electron tidak sempat keluar
dari ikatannya untuk melawan EK dari sumber yang frekwensinya tetap
diperlukan harga yang sama intensitas cahaya yang semakin besar dapat
dijelaskan dengan jumlah partikel yang semakin banyak, hal ini bertentangan
dengan teori gelombang mekanik dimana energi berbanding lurus dengan
intensitasnya.
Gelombang, Muka gelombang dan Sinar
Gelombang adalah rambatan energi atau energi yang merambat dari
satu tempat ke tempat lain.
Parameter-parameter gelombang antara lain :
Perioda (T) dari suatu gelombang adalah waktu yang diperlukan untuk satu
gelombang penuh.
Frekwensi ( f ) adalah jumlah getaran yang dihasilkan per detik (f=1/T).
Panjang gelombang ( λ ) adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam satu periode.
Amplitudo ( A ) adalah simpangan maksimum dari gelombang.
Kecepatan ( V ) adal;ah jarak yang ditempuh gelombang dalam tiap satuan waktu
 
Maka gelombang didefinisikan sebagai tempat kedudukan semua titik dimana fase
getaran dan fase geerak selaras suatu besaran fisika adalah sama.
Prinsip Huygens merupakan metoda geometris untuk menentukan bentuk muka
gelombang pada suatu saat bila diketahui muka gelombang ( sebagiannya ) pada saat
sebelumnya.
Menurut Prinsip Huygens
“ Setiap titik pada suatu muka gelombang, dapat dipandang sebagai pusat gelombang
skunder yang memancarkan gelombang baru ke ssegala arah dengan kecepatan yang
sama denga kecepata rambat gelombang. Muka gelombang yang baru diperoleh
dengan cara melukis sebuah permukaan yang menyinggung ( menyelubangi )
gelombang-gelombang skunder tersebut ”
Gambaran prinsip Huygens untuk gelombang siferis
 

Gambar diatas melukiskan gelombang cahaya yang dipancarkan oleh sebuah titik M
ke segala arah, pada suatu saat muka gelombang digambarkan sebagai permukaan
bola AB, akan dicari muka gelombang baru pada t detik kemudian.
Menurut prinsip Huygens, setiap titik pada muka gelombang AB merupakan pusat
gelombang baru ( gelombang skunder ) misalnya titik PQR, dengan titik tersebut
dilukis sebagai pusat gelombang baru dengan jari-jari yang sama sebesar R = ct. maka
gelombang baru yang berpusat di M adalah suatu permukaan yang menyelubangi
semua gelombang-gelombang skunder tersebut yaitu permukaan A’B’.
Sinar gelombang adalah garis khayal yang ditarik dalam arah gerak gelombang.
Untuk gelombang siferis ( bola ) seperti gambar diatas adalah geris PP’; RR’; atau
jika dilihat dari sumber MP; MQ; MR garis-garis tersebut selalu tegak lurus muka
gelombang untuk gelombang yang bersumber dari jauh sekali dapat digambarkan
sebagai gelombang datar sebagai berikut

Gambaran prinsip Huygens untuk gelombang datar
PQRS adalah muka gelombang
P’QRS’ adalah muka gelombang baru
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar